Kamis, 11 Februari 2010

MENGENAL ALLAH

Konon, pernah Hatim Al Asham berkata kepada anak-anaknya: Aku mau naik haji. Mendengar itu anak-anaknya menangis dan berkata: Kalau Aba naik haji, lalu siapa yang akan memberi makan kami. Kepada siapa kami akan bergantung? Lalu sang puteri berkata kepada saudara-saudaranya: Diam! Biarkan Aba naik haji. Bukan Aba yang memberi kita rizki. Allah jua yang memberi kita rizki. Karena itu, mereka diam dan semalaman tidur kelaparan. Akibatnya sang puteri menjadi sasaran kesalahan dari mereka. Dalam situasi dan kondisi seperti itu sang puteri mengeluh kepada Allah: Ya Allah, janganlah aku dipermalukan karena mereka.

Tidak lama ada Kepala desa lewat dan meminta air. Diambilkan sekendi air baru dan segar oleh keluarga Hatim.

Setelah diminum Kepala desa itu bertanya: Rumah siapa ini. Dijawab: "Rumah Hatim Al Asham."

Mendengar itu Kepala desa memberi seikat emas, dan berkata kepada teman-temanya: "Barangsiapa mencintaiku, hendaklah ia lakukan seperti yang aku lakukan." Maka semua orang di sekitarnya melakukan seperti Kepala desa, sehingga membuat sang puteri menangis.

Bertanya ibunya: "Kenapa kamu menangis. Bukankah Allah telah melimpahkan anugerah-Nya kepada kita?"

Jawab sang puteri: Makhluk Allah melihat kondisi kita dengan pandangan kasih sayangnya sehingga kita menjadi berkecukupan seperti ini. Betapa pula rasa kasih sayang Sang pencipta yang membuat hati orang-orang ini kasihan dan sayang kepada kita.




Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
Yahoo
Feed
Postingan Terkait Lainnya :


Seja o primeiro a comentar

Posting Komentar

Blog Archive

www.voa-islam.com

About Me

Foto Saya
Abu Syifa
Tidak ada simpanan yang lebih berguna daripada ilmu. Tidak ada sesuatu yang lebih beruntung daripada adab. Tidak ada kawan yang lebih bagus daripada akal. Tidak ada benda ghaib yang lebih dekat daripada maut.
Lihat profil lengkapku

Kajian.net

Kajian.Net

Love Islam ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO