Rabu, 10 Februari 2010

MEMAAFKAN

Agus Hasan Bashori

1. Maimun Ibn Mahran -Rahimahullah-:

رُوِىَ مَيْمُوْنُ بْنُ مَهْرَانَ أَنَّ جَارِيَةً لَهُ جَاءَتْ بِمَرَقَةٍ ، فَعَثَرَتْ فَصَبَّّتِ الْمَرَقَةَ عَلَيْهِ ، فَأَرَادَ مَيْمُوْنُ أَنْ يَضْرِبَهَا ، فَقَالَتِ الْجَارِيَةُ: " يَا مَوْلاَيَ ، اسْتَعْمِلْ قَوْلَ اللهِ تَعَالَى: {وَاْلكاَظِمِيْنَ اْلغَيْظَ} . فَقَالَ: " قَدْ فَعَلْتُ "، فَقَالَتْ: " اِعْمَلْ بِمَا بَعْدَهُ " : { وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِ } قَالَ: " قَدْ عَفَوْتُ "، فَقَالَتْ: " اِعْمَلْ بِمَا بَعْدَهُ " { وَاللهِ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ } فَقَالَ مَيْمُوْنُ : " أَحْسَنْتُ إِلَيْكَ، فَأَنْتَ حُرَّةٌ لِوَجْهِ اللهِ تَعَالَى "

Dikisahkan bahwa seorang budak wanita milik Maimun datang dengan membawa kuwah, kemudian budak itu tersandung sehingga kuah itu menumpahi dirinya, maka Maimun langsung ingin memukulnya. Saat itulah budak itu berkata: Wahai tuan, amalkan firman Allah: "Dan orang-orang yang menahan amarah" Maka Maimun berkata: “Sudah kulakukan.” Lalu budak itu berkata: Amalkan yang sesudahnya: "Dan orang-orang yang memaafkan manusia" Maka Maimun berkata: “Aku telah memaafkanmu" Lalu budak itu berkata lagi: “Amalkan yang sesudahnya: "Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuak baik" maka Maimun berkata: “Aku telah berbuat baik kepadamu. Engkau merdeka karena Allah."

2. Ibnu Aun -Rahimahullah-

Para ulama menyebutkan dalam biografi Ibnu Aun bahwa dia memiliki unta yang dia gunakan untuk berperang dan pergi haji. Dia sangat kagum dengan unta itu. Dia memerintahkan budaknya untuk mengambil air dengan mengendarai unta itu. Ternyata budak itu datang dengan membawa unta itu dan telah memukul pada mukanya, maka air mata unta itu meleleh di pipinya. Sebagian orang berkata: “Jika ada marah dari Ibnu Aun maka hari inilah.” Tidak lama ia turun maka Maimun telah melihat muka unta kesayangannya itu, maka dia berkata: “Subhanallah, mengapa kamu tidak memukul selain wajahnya -semoga Allah memberkatimu? Keluarlah dariku. Saksikan oleh kalian, dia merdeka (sekarang)."

3. Umar ibn Abdul Aziz -Rahimahullah-

Ali ibn Zaid berkata: Seorang dari Quraisy berkata keras di samping Amiril Mukminin Umar ibn Abdul Aziz, maka Umar menundukkan mukanya lama sekali kemudian berkata:

أَرَدْتَ أنْ يَسْتَفِزَّنِي الشَّيْطَانُ بِعِزِّ السُّلْطَانِ ، فَأَنَالٌ مِنْكَ اْليَوْمَ مَا تَنَالُهُ مِنِّيْ غَدًا ؟ ، اِنْصَرِفْ رَحِمَكَ اللهُ.

"Engkau ingin agar setan membuatku marah dengan kemuliaan kekuasaan, sehingga aku mendapatkan darimu hari ini apa yang kamu akan mendapatkannya dariku nanti? Pergilah semoga Allah merahmatimu."

Umar ibn Abdul Aziz memiliki anak dari Fatimah, lalu anak itu keluar bermain bersama anak-anak yang lain, kemudian seorang bocah melukai kepalanya, akhirnya mereka membawanya dan juga membawa putra Umar. Mereka memasukkan keduanya pada Fatimah. Umar mendengar suara gaduh dari rumah lain lalu dia keluar. Tiba-tiba datanglah seorang wanita lalu berkata: Bocah yang memukul itu putraku, dia itu anak yatim wahai amirul mukminin. Maka Umar berkata kepadanya: “Apa ia dapat jatah pemberian dari baitul mal?” Dia menjawab: “Tidak.” Maka Umar berkata kepada pegawainya: “Tulislah untuknya pembagiannya." Dan Umar memaafkannya.

Umar -Rahimahullah- berkata:

أَحَبُّ اْلأُمُوْرِ إِلَى اللهِ ثَلاَثَةٌ: اَلْعَفْوُ فِي الْمَقْدِرَةِ وَاْلقَصْدُ فِي الْجِدَةِ وَالرِّفْقُ فِي اْلعِبَادَةِ وَمَا رَفَقَ أَحَدٌ بِأَحَدٍ فِي الدُّنْيَا إِلاَّ رَفَقَ اللهُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

"Perkara yang paling dicintai Allah ada 3: memaafkan saat berkuasa, hemad saat kaya, dan berbuat lembut dalam ibadah. Tidaklah seseorang berlaku lembut kepada seseorang di dunia melainkan Allah pasti akan bersikap lembut kepadanya pada hari kiamat." (Ibnu Hibban, Raudhatul Uqala: 281)

4. Qais ibn Ashim -Rahimahullah-

Ahnaf ibn Qais berkata:

" مَا تَعَلَّمْتُ الْحِلْمَ إِلاَّ مِنْ قَيْسِ بْنِ عَاصِمٍ ، لِأَنَّهُ قَتَلَ ابْنُ أَخٍ لَهُ بَعْضَ بَنِيْهِ ، فَأُتِيَ بِالْقَاتِلِ مَكْتُوْفًا يُقاَدُ اِلَيْهِ ، فَقَالَ : ذَعَرْتُمُ الْفَتَى ، ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَى الْفَتَى فَقَالَ: يَا بُنَيَّ ، بِئْسَ مَا صَنَعْتَ ، نَقَصْتَ عَدَدَكَ ، وَأَوْهَنْتَ عَضُدَكَ ، وَأَشْمَتَّ عَدُوَّكَ ، وَأَسَأْتَ بِقَوْمِكََ ، خَلُّوْا سَبِيْلَهُ ، وَاحْمَلُوْا إِلَى أُمِِّ المََْقْتُوْلِ دِيَتَهُ ، فَإِنَّهَا غَرِيْبَةٌ . ثُمَّ انْصَرَفَ الْقَاتِلُ وَمَا حَلَّ قَيْسٌ حَبْوَتَهُ ، وَلاَ تَغَيَّرَ وَجْهُهُ " .

Saya tidak belajar santun kecuali dari Qais ibn Ashim, karena keponakannya membunuh seorang dari anaknya, lalu pembunuh itu didatangkan kepadanya dalam keadaan diikat. Lalu Qais berkata: “Kalian telah membuat pemuda itu takut.” Kemudian dia menghadap pemuda itu lalu berkata: “Wahai anakku, sungguh buruk yang kamu lakukan. Kamu telah mengurangi jumlah (keluarga)mu, melemahkan kekuatanmu, membuat musuhmu senang dan kamu telah berbuat buruk terhadap kaummu. Lepaskan dia, dan bawalah kepada ibu korban diyat anaknya, karena sesungguhnya ia terasing. Kemudian pembunuh itu pergi, sementara Qais tidak melepas habwahnya (kain yang digunakan untuk menahan kakinya yang ditekuk ke atas saat duduk) dan tidak berubah sama sekali wajahnya."

5. Ahmad ibn Hambal -Rahimahullah-

Ibnu Samma'ah berkata: Saya mendengar Imam Ahmad berkata:

كُلُّ مَنْ ذَكَرَنِيْ فَفِيْ حِلّ إِلاَّ مُبْتَدِعًا ، وَقَدْ جَعَلْتُ أبا إِسْحَاقَ - يَعْنِيْ الْمُعْتَصِمَ - فِيْ حِلّ ، فَقَدْ رَأَيْتُ اللهَ يَقُوْلُ : [وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلاَ تُحِبُّوْنَ أَنْ يَغْفِرَ اللهُ لَكُمْ]، وَأَمَرَ النَّبِيُّ أَبَا بَكْرٍ بِالْعَفْوِ فِيْ قِصَّةِ مِسْطَحٍ ، وَمَا يَنْفَعُكَ أَنْ يُعَذِّبَ اللهُ أَخَاكَ الْمُسْلِمَ فِيْ سَبَبِكَ؟

"Semua orang yang menyebutku_-dengan buruk- maka ia bebas kecuali orang ahli bid'ah. Saya telah menjadikan Abu Ishaq -khalifah Mu'tashim- berada dalam kehalalan. Saya ingat Allah berfirman: Dan hendaklah mereka memaafkan dan melepaskan, tidakkah kalian suka Allah mengampuni untuk kalian? (QS an-Nur: 22) Nabi -Shalallahu alaihi wasalam- memerintahkan Abu Bakar untuk memaafkan dalam kisah Mistah. Apa untungmu bila Allah menyiksa saudaramu muslim gara-gara kamu?”

6. Seorang salaf

Disebutkan dari seorang salaf shalih, bahwa dia memiliki kuda yang sangat ia kagumi. Pada suatu hari ia dapati kudanya itu berdiri di atas tiga kaki. Maka dia bertanya kepada budaknya: “Siapa yang melakukan ini?” Dia berkata: “Saya.” Dia bertanya: “Mengapa?” Dia menjawab: “Saya ingin membuatmu geram.” Dia berkata: “Pasti, aku geram pada yang memerintahkanmu berbuat ini -maksudnya adalah setan-. Pergilah, kamu telah merdeka dan kuda ini milikmu."

7. ٍSeorang Salaf

Salah seorang salaf pada saat keluar dari rumahnya mengatakan, yang maknanya: "Ya Allah aku telah menghalalkan kehormatanku dari setiap hamba." Artinya saya telah memaafkan dan mengampuni setiap orang yang menodai kehormatanku, apakah cacian, celaan, hinaan, ghibah dan lainya.

*baca selengkapnya di Majalah Qiblati Edisi 1 Volume 4




Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
Yahoo
Feed
Postingan Terkait Lainnya :


Seja o primeiro a comentar

Posting Komentar

Blog Archive

www.voa-islam.com

About Me

Foto Saya
Abu Syifa
Tidak ada simpanan yang lebih berguna daripada ilmu. Tidak ada sesuatu yang lebih beruntung daripada adab. Tidak ada kawan yang lebih bagus daripada akal. Tidak ada benda ghaib yang lebih dekat daripada maut.
Lihat profil lengkapku

Kajian.net

Kajian.Net

Love Islam ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO