FIQIH LINTAS AGAMA MENGHIANATI AGAMA
Agus Hasan Bashori, Lc, M. Ag
قال الله تعالي:
- تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِير. الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا
- وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِين.َ إِلَّا مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ وَلِذَلِكَ خَلَقَهُمْ وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
I. Kepentingan dan Interest Manusia.
Karena Allah menciptakan dunia dan akhirat dan menciptakan manusia sebagai makhluk mukallaf yang diuji, dilengkapi dengan seperangkat alat ujian maka manusia dalam hidupnya selalu memiliki keinginan, ambisi, tujuan, kepentingan, mashlahat atau interest.
Kelompok orang yang baik amalnya diwakili oleh golongan para Nabi dan Rasul Allah beserta para pengikutnya kaum mukminin. Mereka mengabdi kepada Allah, hidup untuk Allah dan di jalan Allah. Kepentingannya adalah mengikuti yang haq untuk mendapatkan ridha Allah dalam surga abadi-Nya.
Sementara kelompok manusia yang buruk amalnya dan yang selalu berselisih adalah diwakili oleh orang-orang kafir baik ahli kitab maupun non ahli kitab, termasuk kaum munafiqun. Mereka itu memusuhi para Nabi dan Rasul, memusuhi ajarannya. Memusuhi para penerusnya dari para ulama dan kaum mukmin yang setia. Kepentingan mereka bukan (لله وفى الله), tetapi ,للنفس ,للهوى)dan (فى الطاغوت . Ini adalah sunnatullah sejak terciptanya Adam dan terlahirnya Qabil-Habil hingga hari kiamat nanti. Maka Shira' antara ahl al-Haq dan ahl al-Bathil adalah langgeng dan laten selanggeng kehidupan ini.
Indonesia sebagai bagian dari dunia global, kini memasuki apa yang disebut sebagai "New World Order" نظام العالم الجديد), tata dunia baru). Satu istilah yang pertama kali diluncurkan oleh Brent Scowcroft, penasehat keamanan presiden AS pada 23 Agustus 1990. "We believe we are creating the beginning of a new world out of the collaps of the US-Soviet antagonisms", katanya.
Tata dunia baru adalah satu proyek besar untuk menjadikan AS sebagai satu-satunya imperium di muka bumi, pasca perang dingin. Satu "American Empire" atau Imperium Americanum. Paul Wolfowitz (tokoh neo-konservatif AS) mengajukan proposal, bahwa tujuan utama dari "New World Order" adalah untuk mencegah bangkitnya rival baru AS (Our first Objective is to present the reemergence of new rival). Tujuan utama ini juga yang ditulis oleh William Blam mantan pejabat Deplu AS dalam bukunya Rouge State.
Kepentingan politik kelompok neo Konservatif ini kemudian dikembangkan oleh para ilmuan konfrontasionis mereka seperti Bernard Lewis dan Samuel P. Huntington.
Indonesia adalah negeri muslim terbesar di dunia. Karena itu sangatlah wajar, jika ia mendapatkan perhatian khusus dari pemilik kepentingan global.
Pertama, Indonesia akan dicegah untuk tampil sebagai kekuatan besar yang mengarah untuk menjadi rival baru bagi sang super power tunggal. Karena itu proyek globalisasi neo-liberal yang berdampak pada ketergantungan dan kelemahan indoneisa, akan terus dipertahankan, jeratan utang terhadap Indonesia terus dipertahankan. Sistem moneter dan pasar bebas terus dijalankan.
Kedua, AS memantau, mencegah dan berusaha melemahkan kelompok-kelompok Islam yang mereka kategorikan sebagai militan/radikal. Pada saat yang sama, bekerja sama dan menyokong proses liberalisasi dan sekularisasi. Karena itu bisa dipahami, mengapa tokoh-tokoh liberal Islam diperlakukan sebagai the darling of America (sebagai gendaan America) mendapat kucuran dana yang melimpah dan promosi intelektual besar-besaran. Pada saat yang sama, menyusul peristiwa 11 September 2001, keran dana dari negeri-negeri Islam disumbat atau dihambat karena tidak jarang dana itu dikait-kaitkan dengan isu terorisme Islam (Adian Husaini, Hendak Kemana Islam? Seri 2, xiii-xx).
Salah satu contoh kepentingan yang sama antara kebijakan politik AS dengan kaum liberalis Indonesia adalah terbitnya buku FLA dan yang sejenisnya. Mun'im A. Sirry penerima biasiswa Fulbright untuk melanjutkan studinya di AS dalam kata pengantarnya mengatakan: "Kami mengucapkan terima kasih kepada The Asia Foundation yang dengan bantuannyalah memungkinkan terbitnya buku ini". Demikian kata editor yang kebagian 500 juta dari proyek FLA ini (menurut satu sumber terpercaya).
Kemudian setelah proyek FLA ini muncul proyek Counter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam (59 halaman) yang bernilai 6 miliar rupiah yang dibagi atas 10 anggota tim kajian dan 15 kontributor aktif. Lalu di susul dengan proyek-proyek lain.
II. Mengapa FLA dan sejenisnya muncul?
Menurut Hasan Hanafi, orang yang divonis murtad dari Mesir yang menjadi rujukan orang-orang liberal Indonesia itu bahwa liberal Islam ini muncul karena tidak puas dengan sistem yang ada. Selama ini ada dua sistem yang dikenal:
1. Sistem klasik,yang diwakili oleh Islam tradisional.
2. Sistem modern, yang diwakili oleh Barat sekuler.
Masing-masing, baik Islam atau sekuler adalah budaya yang bernafas dengan satu paru-paru. Maka dari itu diperlukanlah jalan ketiga untuk melakukan perubahan kepada yang lebih baik (Hasan Hanafi, dialog interaktif, Radio Jakarta News 975 FM Mampang, Ahad, 13-3-2005 pukul 22.30 WIB).
Nah, gerakan yang memberontak ini disebut Gerakan Kiri yang beragam aliran dan corak. Dan yang berbasis Islam disebut "Kiri Islam", yaitu Islam yang telah "diperbaharui" dan dimodifikasi yang sering disebut dengan Islam liberal, Islam progresif, Islam emansipatoris, dsb. Paradigma mengambil Islam sebagian dan meninggalkan sebagian yang lain dengan tujuan membuat jalan baru seperti ini, sebenarnya adalah paradigma lama yang pernah dicetuskan oleh orang-orang jahiliyyah. Allah berfirman:
وَيَقُولُونَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَنَكْفُرُ بِبَعْضٍ وَيُرِيدُونَ أَنْ يَتَّخِذُوا بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا
"dengan mengatakan: "Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir)," (al-Nisaa': 150)
Jadi menurut orang-orang kafir, Islam saja tidak cukup dan tidak cocok, tetapi harus dimodifikasi dan diadaptasi sehingga menjadi Islam plus. Plus apa? Plus liberal, sehingga jadilah Islam liberal. Begitu pula Fiqih. Fiqih Islam saja tidak cukup, tetapi harus plus. Maka jadilah Fiqih Lintas Agama. Dengan maksud dan kepentingan yang sama Counter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam menyebutnya agar syariat Islam sesuai dengan gender, pluralisme, hak asasi manusia dan demokrasi (CLD-KHI, h. 1-2).Sementara itu para penulis FLA menegaskan bahwa fiqih islam yang ada selama ini adalah belenggu, penjara, diskriminatif, konfliktual, menebarkan kebencian dan permusuhan terhadap orang-orang musyrik, murtad, dan kafir.Fiqih yang fatalistic, konserfatif dan teosentris. Fiqih yang membodohkan dan konyol. Oleh karena itu harus dirubah menjadi antroposentris,komprehensif dan adil, seperti yang disuarakan oleh Mu’tazilah dalam konsep al Adl wa al Tauhid (FLA, h. ix,2-4,129, 133,135,139,142,146,).
III. Bagaimana FLA Membangun Jalan ke-3?
Untuk merealisasikan kepentingan di atas, FLA dan sejenisnya telah menempuh sebuah cara yaitu dengan membongkar (meruntuhkan) bangunan Islam yang ada selama ini karena sudah tidak layak, kemudian dibangun kembali di atasnya sebuah pemahaman baru tentang Islam yang sesuai dengan negera modern yang sekuler. Inilah yang sering disebut dengan dekonstruksi syariah dan rekonstruksi syariah. Atau dengan istilah lain, yang pertama disebut Liberating (pembebasan), yaitu membebaskan Islam dari otoritas masa silam. Dan yang kedua adalah Being Liberal (kebebasan), yaitu bebas untuk menafsirkan atau mengkritisi otoritas terseebut, dengan tetap mengatasnamakan pada Islam. Karena alasan inilah pikiran mereka disebut Islam liberal. Jadi tengkorak kepalanya tetap Islam, tetapi otak dan memorinya adalah liberal. Kalau kita bandingkan Islam dan Islam liberal tentu sangat jauh berbeda. Islam bukan Islam liberal, dan Islam liberal bukanlah Islam. Perbedaan ini sama persis dengan perbedaan antara orang dan orang hutan. Orang bukanlah orang hutan dan orang hutanpun bukanlah orang. Kalau menurut istilah Abu Hurairah –Radiallahu anhu-, sahabat besar yang dibenci dan dimusuhi oleh orang liberal, adalah al-Nas dan al-Nisnas, beliau berkata: (ذهب الناس وبقي النسناس). "al-Nas (manusia) telah pergi, dan yang masih tertinggal adalah al-Nisnas". Ketika ditanyakan kepadanya: "Apa al-Nisnas itu?" dia menjawab: (الذين يشبهون الناس وليسوا بناس). "Yaitu mereka yang mirip dengan manusia tetapi bukan manusia" (Abd. Rahman al-Syaibani, Tamyiz al-Thoyyib min al-Khabits, h. 93 no. 644).
Karena Islam liberal bukanlah Islam, maka jangan khawatir Islam liberal tidak akan dapat membantai Islam, sebgaimana orang hutan tidak akan dapat mengalahkan orang, meskipun mereka militan, fundamental dan radikal. Orang hutan tetap orang hutan!
IV. Bangunan FLA
Bangunan FLA dapat kita ilustrasikan sebagai berikut:
1. Teologi FLA (KTB h. 56)
FLA didasarkan kepada sebuah akidah yang terbuka yaitu akidah inklusif pluralis, yaitu meyakini bahwa setiap agama adalah jalan keselamatan; semua agama adalah sama, masing-masing menuju kepada satu tujuan yang sama, yang absolut.
Keyakinan seperti ini adalah keyakinan kufur, membuat orangnya keluar dari Islam, keyakinan yang membodohkan bukan mencerdaskan. Keyakinan yang rusak berdasarkan agama, logika, fithrah dan sejarah. Allah berfirman:
إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ
"Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya." (Ali Imran: 19).
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
"Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi." (Ali Imran: 85).
2. Paradigma FLA
Kerangka berpikir FLA mereka sebut dengan istilah Antroposentris sebagai tandingan dari Islam yang mereka nilai sebagai Theosentris (membela tuhan dan berpihak pada Tuhan).
Pandangan ini lahir dari keyakinan bahwa agama adalah berevolusi dan selalu berakulturasi dengan budaya. Sebagaimana teori sosiologi-antropologi sekuler. Jadi agama adalah produk budaya dan manusialah yang menjadi sentral jagat raya. Agama untuk manusia bukan untuk membelenggu manusia (Zuhairi, Pengantar Islam Emansipatoris, h. xxiii; Hasan Hanafi, dialog interaktif Radio Jakarta News 975 FM).
Ini juga logika sekuler yang kufur. Bagi orang Islam agama yang benar adalah ajaran yang diturunkan oleh Allah I, . Allah berfirman:
شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ
"Dia telah mensyari`atkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama) -Nya orang yang kembali (kepada-Nya)." (al-Syuura': 13)
Dan agama yang salah adalah agama budaya, agama buatan dan agama modifikasi manusia seperti agama "Islam liberal" ini. Allah berfirman:
أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ وَلَوْلَا كَلِمَةُ الْفَصْلِ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ وَإِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
"Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih." (al-Syuura': 21).
Sementara itu FLA, secara terang-terangan menjelaskan bahwa kemunculannya adalah karena kepentingan-kepentingan berikut ini:
1. Untuk membebaskan umat Islam dari belenggu atau penjara Fiqih Islam yang sudah tumpul.
2. Untuk menciptakan Fiqih yang toleran dan terbuka, sebab Fqih Islam memuat istilah-istilah yang selalu dianggap musuh. Seperti musyrik, murtad dan kafir.
3. Untuk menciptakan Fiqih yang adil sebab Fiqih Islam diskriminatif, menomor duakan orang kafir.
4. Untuk merespon kritikan dan tuduhan orientalis bahwa Islam adalah agama yang telah menebar terror terhadap agama lain.
5. Untuk menghadapi dan menghadang laju kelompok Islamis konservatif yang masih bercermin kepada masa salaf shaleh.
6. Untuk menciptakan kehidupan yang damai dengan orang kafir (meskipun menimbulkan ketegangan dan konflik dengan umat Islam).
7. Untuk membela aliran Syi'ah, Mu'tazilah dan kelompok-kelompok lain yang terzhalimi karena dianggap sesat oleh ulama sunni.
8. Untuk menggembosi dakwak Islamiyyah yang eksklusif dan menggantinya dengan dialog yang inklusif pluralis.
9. Untuk menyesuaikan agama Islam dengan isu-isu HAM.
10. Untuk mengukuhkan sistem demokrasi (sekuler).
11. Untuk merubah paradigma klasik yang theosentris dengan paradigma baru yang Antroposentris.
Sebenarnya Antroposentrisme ini adalah nama lain dari Egosentrisme dan Iblisentrisme. Betapa tidak, firman-firman Allah dapat dibatalkan hanya dengan modal "menurut saya begini", "menurut kami begini", sama dengan kisah iblis. Allah berfirman:
قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ
"Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis: "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah" (al-A'raaf: 12).
Sama dengan kisah Fir'aun:
وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَاأَيُّهَا الْمَلَأُ مَا عَلِمْتُ لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرِي فَأَوْقِدْ لِي يَاهَامَانُ عَلَى الطِّينِ فَاجْعَلْ لِي صَرْحًا لَعَلِّي أَطَّلِعُ إِلَى إِلَهِ مُوسَى وَإِنِّي لَأَظُنُّهُ مِنَ الْكَاذِبِينَ
"Dan berkata Fir`aun: "Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat, kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta". (al-Qashash: 38)
فَحَشَرَ فَنَادَى. فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَى.
"Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya.(Seraya) berkata: "Akulah tuhanmu yang paling tinggi". (al-Naazi'aat: 23-24)
Jadi antroposentris adalah lahir dari rasa ke-aku-an dan keangkuhan manusia; manusia yang sejenis dengan Qarun, Fir'aun dan Hamam. Allah berfirman:
وَقَارُونَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَلَقَدْ جَاءَهُمْ مُوسَى بِالْبَيِّنَاتِ فَاسْتَكْبَرُوا فِي الْأَرْضِ وَمَا كَانُوا سَابِقِينَ
"Dan (juga) Qarun, Fir`aun dan Haman. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keterangan-keterangan yang nyata. Akan tetapi mereka berlaku sombong di (muka) bumi, dan tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu)." (al-Ankabuut: 39)
Sebagaimana sebelumnya iblissentrisme lahir dari ke-aku-an dan keangkuhan iblis. Sebuah sikap yang dibela oleh penulis FLA (Nurcholis dan Zainun Kamal) yang mengatakan bahwa sikap iblis itu adalah cerminan tauhid yang murni. والعياذبالله.
3. Sumber FLA (KTB 57)
Sumber FLA adalah "wahyu" (?) dan teori-teori sosial modern (14), bahkan realitas sosial (63). Misalnya untuk mengukuhkan paham pluralisme mereka mengatakan bahwa pluralitas keagamaan adalah sebuah realitas yang tidak mungkin diingkari….. mengingkarinya sama dengan mengingkari hukum alam (63).
Pikiran seperti ini adlaah pikiran jahiliyyah klasik, bukan sebuah ide modern apalagi progresif. Allah telah menyebutkan secara jelas dan gamblang bahwa menjadikan realitas sebagai ukuran kebenaran meskipun jelas-jelas menyalahi syariat-Nya adalah pikiran jahiliyyah Jabariyyah musyrikah. Allah berfirman:
سَيَقُولُ الَّذِينَ أَشْرَكُوا لَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا أَشْرَكْنَا وَلَا ءَابَاؤُنَا وَلَا حَرَّمْنَا مِنْ شَيْءٍ كَذَلِكَ كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ حَتَّى ذَاقُوا بَأْسَنَا قُلْ هَلْ عِنْدَكُمْ مِنْ عِلْمٍ فَتُخْرِجُوهُ لَنَا إِنْ تَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ أَنْتُمْ إِلَّا تَخْرُصُونَ
"Orang-orang yang mempersekutukan Tuhan, akan mengatakan: "Jika Allah menghendaki, niscaya kami dan bapak-bapak kami tidak mempersekutukan-Nya dan tidak (pula) kami mengharamkan barang sesuatu apapun". Demikian pulalah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (para rasul) sampai mereka merasakan siksaan Kami. Katakanlah: "Adakah kamu mempunyai sesuatu pengetahuan sehingga dapat kamu mengemukakannya kepada Kami?" Kamu tidak mengikuti kecuali persangkaan belaka, dan kamu tidak lain hanya berdusta" (al-An'aam: 148).
4. Metodologi Tafsir
Dalam menafsiri "wahyu" dan teks keagamaan, FLA menolak tafsir tekstualis atau literalis, sebagaimana yang ada pada kaum muslimin selama ini, yaitu menerima wahyu apa adanya. FLA hanya mengakui tafsir yang mendasarkan pada realitas sosial, tafsir yang memotret konteks zamannya, yang dikenal dengan tafsir kontekstualis. Pada prinsip ini mereka telah melakukan dua kesalahan sekaligus: yang pertama, yang mereka sebut dengan tafsir kontekstualis adalah Tahrif (menyelewengkan makna) yang kesimpulannya adalah سًمِعْنَا وَعَصَيْنَا. Ini adalah syiar orang-orang Yahudi yang menentang Nabi Musa as karena anggapan bahwa ajaran tauhid Nabi Musa tidak sesuai dengan konteks kemaslahatan mereka.
وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَكُمْ وَرَفَعْنَا فَوْقَكُمُ الطُّورَ خُذُوا مَا ءَاتَيْنَاكُمْ بِقُوَّةٍ وَاسْمَعُوا قَالُوا سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا وَأُشْرِبُوا فِي قُلُوبِهِمُ الْعِجْلَ بِكُفْرِهِمْ قُلْ بِئْسَمَا يَأْمُرُكُمْ بِهِ إِيمَانُكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
"Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): "Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!" Mereka menjawab: "Kami mendengarkan tetapi tidak menta`ati". Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafirannya. Katakanlah: "Amat jahat perbuatan yang diperintahkan imanmu kepadamu jika betul kamu beriman (kepada Taurat)". (al-Baqarah: 93)
مِنَ الَّذِينَ هَادُوا يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ وَيَقُولُونَ سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا وَاسْمَعْ غَيْرَ مُسْمَعٍ وَرَاعِنَا لَيًّا بِأَلْسِنَتِهِمْ وَطَعْنًا فِي الدِّينِ
"Yaitu orang-orang Yahudi, mereka merubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata: "Kami mendengar", tetapi kami tidak mau menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula): "Dengarlah" sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa. Dan (mereka mengatakan): "Raa`ina", dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama.." (al-Nisaa': 46)
Kepada orang-orang yang seperti ini kita katakan:
وَلَوْ أَنَّهُمْ قَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَاسْمَعْ وَانْظُرْنَا لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ وَأَقْوَمَ وَلَكِنْ لَعَنَهُمُ اللَّهُ بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُونَ إِلَّا قَلِيلًا
"Sekiranya mereka mengatakan: "Kami mendengar dan patuh, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami", tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis" (al-Nisaa': 46)
Kedua, sikap plin-plan atau inkonsistensi mereka dalam bermetodologi.Mereka menolak tafsir tekstualis terhadap al-Qur'an dan al-Sunnah, akan tetapi mereka sangat tekstualis terhadap ucapan-ucapan orang-orang orientalis, bahkan terhadap ucapan missionaris dan imperialis. Dan sangat tekstualis secara semena-mena terhadap sebagian ayat al-Qur'an dan al-Sunnah, serta ucapan ulama yang dianggap cocok dengan kepentingannya. Ini adalah prinsip orang-orang zindiq.
5. Pendekatan FLA
FLA menggunakan pendekatan etis, bukan pendekatan Islam sebagai agama yang kompresensif; agama hukum dan etika yang lengkap. Mereka ingin mengubah Islam sebagai agama etika saja, bukan sebagai agama hukum dan etika. Dan ironisnya yang dijadikan kiblat berpikir adalah nilai-nilai moral versi sekuler: persamaan, keadilan, kesetaraan, keadaban dan kebebasan.
Ini adalah jebakan orang sekuler kafir dan orang-orang Yahudi untuk mengubur hidup-hidup orang yang beragama Islam. Syaikhul Islam ibn Taimiyyah menjelaskan: "Syariat itu ada tiga macam: syariat adl (penuh dengan hukum-hukum), syariat fadhl (penuh dengan etika dan keutamaan) dan ketiga syariat yang menggabungkan antara adl dan fadhl, ia mewajibkan keadilan dan menganjurkan keutamaan. Inilah syariat, yang sempurna. Yaitu syariat al-Qur'an yang berisi hukum keadilan dan etika keutamaan. Oleh karena itu syariat Taurat didominasi oleh watak keras (Syiddah) dan syariat injil didominasi watak kelembutan (Liin). Sedangkan syariat al-Qur'an adalah seimbang (Mu'tadilah) menggabungkan antara ini dan itu" (Abd ar Rahman al Sa’di,Thariq al-Wushul, no. 581).
Lagi pula pendekatan ini adalah pendekatan orang munafik yang ingin lari dari hukum Allah. (al-Nisaa': 60)
6. Substansi FLA
Kerja keras panjang yang dilakukan oleh para penulis FLA, akhirnya melahirkan "fatwa" atau "syariat agama" sebagai berikut:
Pertama: mengucapkan salam kepada non muslim (kafir) adalah boleh bahkan bisa meningkat menjadi dianjurkan atau disunnahkan (75), dasarnya adalah "kemaslahatan" yang riil. Untuk itu mereka menghina dan menghujat sahabat Abu Hurairah س yang telah meriwayatkan hadits yang isinya melarang mengucapkan salam kepada orang kafir.
Kedua: mengucapkan "Selamat Natal" dan selamat hari raya agama-agama lain adalah boleh. Dasarnya adalah 1) "kemaslahatan" (pergaulan, persahabatan dan persaudaraan, akrab dan harmonis, 2) dikiaskan pada bolehnya berdo'a untuk orang kafir?! 3) realitas para artis, pembawa acara dan penyiar muslim di stasiun-stasiun TV dan radio yang mengucapkan "selamat natal", 4) ucapan selamat natal yang dilakukan oleh "warga muslim Ambon" kepada Tony Hatane, pengacara gereja yang pernah berada dalam daftar musuh komunitas muslim, 5) ucapan selamat natal yang disampaikan Presiden Republik Indonesia pada setiap acara natal bersama, 6) fatwa ulama terkemuka Indonesia M. Quraisy Shihab yang dianggap membolehkan ketika mengatakan: "al-Qur'an mengabadikan selamat natal yang diucapkan Nabi Isa".
Ketiga: Menghadiri perayaan hari-hari besar agama-agama lain adalah boleh. Dasar pertimbangannya: 1) Presiden Palestina Yasser Arafat, bersama istrinya suka menghadiri misa tengah malam di Bethlehem. Sebagaimana menghadiri perayaaan malam natal di kota yang sama lalu sholat tarawih di Masjid. 2) Warga Mojejer, Mojowarno, Jombang yang mengikuti natal di Sinagoge Mojejer, 3) Amien Rais (ketua MPR RI) yang ikut natal di Tondano, Minahasa Sulawesi Utara, 4) Perayaan-perayaan natal lain yang diikuti oleh tokoh-tokoh Islam lainnya.
Keempat: Do'a bersama (antar umat beragama) atau do'a antar iman adalah boleh. Dan hukum dibolehkannya mendo'akan non muslim juga dapat didasarkan pada bolehnya mengucapkan salam kepada orang-orang non muslim. Bolehnya berdo'a untuk orang-orang non muslim adalah untuk kemaslahatan (102).
Kelima: Konsep jizyah yang ada di al-Qur'an dan diperintahkan oleh Allah hanyalah sebuah cara untuk membangun kesepakatan yang tidak merugikan kedua belah pihak (153), dan hanya ada pada suasana perang (151). "Maka pada situasi normal kewajiban membayar jizyah perlu ditinjau lagi bahkan bisa saja kita menasakh hukum jizyah" (151). Dan yang kedua, ternyata membayar jizyah bukanlah ajaran Islam melainkan tradisi umat-umat terdahulu (dari Persia) (152).
Keenam: Kawin beda agama. Hukum muslimah nikah dengan laki-laki kafir hanyalah masalah ijtihad yang berkaitan dengan konteks. Pada waktu itu umat masih sedikit jadi terlarang. Maka kini amat mungkin dicetuskan pendapat baru, bahwa muslimah boleh nikah dengan laki-laki non muslim apapun agama dan aliran kepercayaannya. Hal ini di dasarkan pada: 1) Pluralitas agama adalah sunnatullah yang tidak bisa dihindari, 2) Tujuan nikah adalah mawaddah wa rahmah. Pernikahan antara agama di masyrakat plural ini justru menjadi faktor kerukunan dan kedamaian, 3) Semangat Islam adalah pembebasan bukan belenggu. Tahap pertama al-Qur'an melarang pernikahan dengan orang musyrik. Tahap kedua al-Qur'an membuka jalan bagi pernikahan dengan ahli kitab. Ini adalah pembebasan secara evolutif. Maka pada saatnya kita harus melihat agama lain bukan sebagai kelas dua dan tidak ada lagi konsep ahli dzimmah (164-165)
Ketujuh : Waris beda agama, boleh dengan dasar: 1) Allah mengakomodasi agama-agama langit (Kristen, Yahudi, Shabiah) dan mereka yang beramal shaleh, mereka akan masuk syurga di akhirat, 2) Semangat waris adalah untuk mempererat hubungan keluarga, 3) dikiaskan pada nikah, jika pernikahan dengan agama lain dipersilahkan maka secara otomatis waris beda agama diperbolehkan, 4) hadits yang melarang hanya berlaku pada situasi hubungan dengan orang kafir tidak sehat, maka bila hubungan normal, secara otomatis hadits tersebut tidak dapat dipergunakan (167).
Kedelapan : dan lain-lain.
Penutup
Demikian beberapa contoh pengkhianatan yang dilakukan oleh orang-orang liberalis pluralis (dalam FLA) terhadap agama Islam yang mencerminkan adanya kerancuan hebat dalam nalar mereka dan ambisi berat dalam nafsu mereka. Sebuah musibah yang kita hanya mampu menyatakan "Allahlah tempat kita momohon pertolongan."
Akhirnya, saya mengajak kepada saudaraku yang menghargai dan mensyukuri nikmat, fithrah, akal dan risalah Islam untuk merenungkan dan mengamalkan firman Allah berikut ini:
وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَمِيثَاقَهُ الَّذِي وَاثَقَكُمْ بِهِ إِذْ قُلْتُمْ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
"Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah diikat-Nya dengan kamu, ketika kamu mengatakan: "Kami dengar dan kami ta`ati". Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui isi hati (mu)." (al-Maidah: 7)
















Posting Komentar